Pertandingan Futsall bagi Putra akan diselenggarakan pada :
Hari/tanggal :Selasa, 19 Mei 2009
Tempat :Lapangan Futsall Rama (Jl. Ir Sutami, barat kampus UNS)
Pertandingan Bola Basket bagi Putri akan diselenggarakan pada :
Hari/tanggal :Rabu, 20 Mei 2009
Tempat :Kampus II UNS Mesen
Waktu : Pukul 13.00 WIB-selesai (Dengan berbagai pertimbangan harap datang tepat waktu)

Pengelompokan berlaku bagi pertandingan futsal dan bola basket

Kelompok A. angkatan 2005, 2006, 2007
kelompok B. angkatan 2003, 2004, 2008
I. Angkatan 2006 vs angkatan 2005
II. Angkatan 2003 vs angkatan 2008
III. Angkatan 2007 vs Pemenang I
IV. Angkatan 2004 vs Pemenang II
FINAL. Pemenang A vs Pemenang B

JADWAL
Pertandingan
I : 2006 VS 2005 pukul 13.30-14.05
II : 2003 VS 2008 pukul 14.10- 14.45
III: 2007 VS Pemenang I pukul 14.50-15.25
IV: 2004 VS Pemenang II pukul 15.30-16.05
FINAL : Pemenang III VS Pemenang IV pukul 16.20-selesai

Ketentuan Umum
1. Menjunjung tinggi suportifitas
2. Setiap Tim menggunakan seragam (warna sama)
3. Peserta terlambat 2 X 5 menit (terlambat lebih dari itu tidak hadir akan didiskualifikasi)
4. Pertandingan menggunakan sistem gugur
5. Peserta berasal dari masing-masing angkatan 2004,2005,2006,2007 dan 2008. Angkatan 2003 ke atas bisa berkoalisi
Ketentuan Khusus
Futsall : 1. Setiap Tim terdiri dari 5 orang (putra)
2. Durasi pertandingan 2 x 15 menit
3. Jeda (istirahat) 5 menit ; jeda antara pertandingan dan final 15 menit
4. Lima kali pelanggaran akan dikenakan pinalti
5. Tendangan masuk 5 detik
6. Bila hasil akhir seri maka akan diadakan adu penalty dengan 3xkesempatan
Bola Basket : 1. Tiap Tim terdiri dari 3 orang (putri)
2. Sistem pertandingan 3 ON 3
3. Peraturan Umum 3 ON 3
*berdasarkan keputusan bersama pada Technical Metting; Jum’at, 15 Mei 2009_Keterangan lebih lanjut hubungi panitia

Tags: , ,

fms on April 25th, 2009

Sekedar info, FMS mendapat undangan Seminar Agraria di Magelang besok Selasa-Kamis (28-30 April 2009). Delegasinya adalah Langgeng, Memik, Sidiq, Yanuar dan Belda. Bagi Delegasi selamat ber seminar dan jangan lupa oleh2 dari sana (transfer ilmu) dan Selamat Bertugas. FMS JAYA!!

Tags: ,

fms on April 20th, 2009

hati2 dalam berbicara karena mulutmu adalah harimaumu..
sama dengan Qta posting Blog….jika Blog kita terlalu mengkritik dan tajam atau berbau unsur sara dan etnosentris…karena bs menimbulkan konflik…..negara indonesia adalah pluralisme dan karena nasionalisme lah Qta bs merdeka….negara Qta itu meskipun mayoritas Islam tetapi Qta harus sadar bahwa dahulu kepercayaan nenek moyang Qta Animisme dan Dinamisme,jd Qta tidak bs begitu saja memaksakan Indonesia sebagai negara Syariah…..karena sampai sekarangpun adat istiadat seperti upacara menyembah nenek moyang pun masih ada terutama di masyarakat desa sehingga Qta tidak dpt memaksakan negara Syariah….klo pun d paksakan Qta akan kehilangan kebudayaan asli….

post…by….ridho

Tags: , , , ,

fms on December 31st, 2008

Kemarin Teman-teman dari Sejarah angkatan 2005 mengadakan Study Tour ke Arsip Nasional Di Jakarta..
Dibawah ini saya menyertakan Foto Teman-teman ketika berada disana tapi saya tidak bisa menyertakan keterangan lain lha wong saya tidak ikut je…hehehehe :D ..
Mohon teman-teman dari angkatan 2005 mengirimkan Artikel ketika berada disana yah…
Makasih…

Historia Vitae Magistra!!!!

Tags: , , , , ,

fms on December 3rd, 2008

Revolusi Februari di Paris, yang menggulingkan monarki konstitusional Louis Philippe, segera memicu gerakan revolusioner di Jerman. Pada tanggal 13 Maret sebuah pemberontakan rakyat di Wina melumpuhkan monarki Habsbrug, dan pada tanggal 18 Maret revolusi itu meluas ke Berlin. Frederick William IV dari Prusia dipaksa mengijinkan kebabesan aktivitas politik, dan berjanji tidak menghalang-halangi penyatuan nasional demokratik.

Segera setelah revolusi Februari itu, Marx meninggalkan Brussels menuju Paris, di mana sebagai kompensasi atas pengusiran terhadap dirinya tiga tahun yang lalu, Marx kemudian dianugrahi warga kehormatan Perancis. Ketika itu Marx telah diberi kewenangan oleh Liga Komunis untuk membentuk Komite Sentral baru di Paris, yang kemudian keanggotanya terdiri dari para pengikutnya terdekat: Engels, Wilhem Wolff dari Brussels, dan Bauer, Moll dan Schapper dari London.63) Kelompok terbesar dari orang-orang pengasingan Jerman di Paris membentuk sebuah Legiun yang secara optimis dimaksudkan untuk meluaskan revolusi ke Jerman dengan kekuatan bersenjata, namum Marx dan kawan-kawannya memilih memusatkan tenaga dengan mengirim beberapa ratus anggota dan pendukung Liga Komunis secara rahasia ke Jerman, sampai saat-saat di bulan Maret ketika mereka dapat kembali ke Berlin secara terang-terangan. Selama tinggal di Paris inilah Marx dan Engels menyusun The Demands of The Communist Party in Germany, yang didistribusikan secara luas di Jerman selama beberapa bulan berikutnya.

Marx dan Engels kembali ke Jerman di bulan April dan memutuskan untuk menetap Cologne. Pilihan ini didorong oleh beberapa petimbangan. Cologne adalah sebuah kota Prusia, dari situ mereka dapat menyerang salah satu dari dua kekuatan besar Jerman. Cologne berada di propinsi Rhein, yang secara ekonomis merupakan bagian yang paling maju dari Jerman, dan Cologne juga mempertahankan undang-undang pers yang lebih liberal, yaitu Code Napoléon, sebagai warisan masa pendudukan Perancis di kota ini. Cologne telah menjadi pusat kegiatan oposisi selama 1840-an dan telah memilki sebuah organisasi Liga Komunis yang aktif. Bahkan Marx pun dikenang untuk aktivitasnya di Cologne pada masa-masa Rheinische Zeitung tahun 1842-3. Pilihan mereka penting, terutama karena taktik Marx dan Engels tentang blok demokratik, dan sekembalinya mereka di Cologne, merekapun mendapatkan dukungan politik dan finansial yang memadai untuk meluncurkan sebuah koran harian. Tepat seperti yang diharapkan, die Neue Rheinische Zeitung terbit pada tanggal 1 Juni 1848 dengan subjudul Organ der Demokratie [Organ Demokrasi, pen.].

Masa dua belas bulan yang dihabiskan Marx di Jerman sejak 1848-9 ini memberikan kesempatan yang tiada taranya kepada kita untuk melihat Marx sebagai seorang militan yang revolusioner, karena itu, kini kita akan mempelajari praktek politiknya secara detil. Selama periode ini, basis operasi Marx bukanlah Liga Komunis, melainkan die Neue Rheinische Zeitung, hal ini memerlukan penjelasan. Engels kiranya tepat menjelaskan langkah Marx ini dengan melihat kenyataan bahwa `Liga Komunis ini terbukti masih terlalu lemah jika berperan sebagai penggerak terhadap gerakan massa rakyat yang ketika itu tengah meletus’.64) Namun, ada alasan lain yang lebih dari itu. Meskipun Engels menghindari menyebutkannya, namun ada tanda-tanda bahwa Marx sendiri ketika itu sengaja menyabot Liga Komunis, sebagai kelanjutan dari perdebatan yang berkembang antara ia dengan Gottschalk.65)

Andreas Gottschalk adalah seorang tokoh dominan dalam Liga Komunis di distrik Cologne, dan ia menggunakan posisinya sebaagai dokter untuk membangun kelompok pengikutnya di antara para buruh dan pengangguran. Setelah hari-hari bulan Maret, Gottschalk mendirikan sebuah Workers’ Society [Perkumpulan Buruh, pen.] yang bergerak secara terbuka. Marx dan Engels kemudian menjalin kontak dengan perkumpulan ini sekembalinya mereka ke Cologne. Perkumpulan-perkumpulan serupa telah dibentuk di banyak kota Jerman, meskipun tidak selalu dipimpin kaum Komunis. Dan di Berlin, seorang anggota Liga Komunis, Stefan Born, tengah berupaya menyatukan perkumpulan-perkumpulan ini ke dalam sebuah organisasi nasional. Awalnya Liga Komunis berharap dapat mengontrol perkumpulan-perkumpulan buruh yang terbuka ini melalui `komune-komune’ rahasia mereka, namun di penghujung April, harapan ini harus ditinggalkan karena hanyalah khayalan. Liga terlalu kecil jumlahnya, jalur komunikasinya pun lemah, dan yang paling parah, perkumpulan-perkumpulan buruh ini begitu kuat diselimuti oleh semangat gilda-gilda lama, dan mengorganisir diri mereka dalam garis pekerja-tukang, yang mencerminkan dominasi kaum artisan di kalangan mereka, dan bukan buruh industri modern. Read the rest of this entry »

Tags: , , ,